Jember.SGI. Kondisi ruas jalan di wilayah Kencong kembali menjadi sorotan masyarakat. Di tengah proses perbaikan yang sedang berlangsung, warga justru mempertanyakan mengapa penyebab utama kerusakan jalan tidak dihentikan, meski hanya sementara waktu.
Sejumlah warga menilai, perbaikan jalan akan sulit berjalan maksimal apabila kendaraan bertonase besar, khususnya truk bermuatan berat, masih bebas melintas di jalur tersebut saat pengerjaan berlangsung. Aktivitas kendaraan berat dinilai menjadi salah satu faktor utama yang mempercepat kerusakan jalan.
“Yang menjadi pertanyaan hari ini, kenapa kalau memang sedang diperbaiki, penyebab utamanya tidak dihentikan dulu? Meskipun sifatnya sementara,” ujar Dhanur Rahmad, warga Wonorejo.
Menurutnya, pemikiran awam masyarakat cukup sederhana. Ketika jalan mulai diperbaiki namun truk-truk berat tetap melintas setiap hari, warga meragukan hasil perbaikan akan bertahan lama. “Jalan mulai diperbaiki tapi truknya kok masih lewat, ya apa bisa selesai dan awet?” tambahnya.
Dhanur mengaku yakin bahwa kapasitas dan spesifikasi aspal yang digunakan telah sesuai arahan dari pihak PU Bina Marga. Ia juga menegaskan bahwa persoalan teknis seperti luas pengerjaan, ketebalan aspal, maupun anggaran merupakan ranah pihak yang berkompeten.
Namun demikian, ia menilai perlu adanya perhatian khusus dari para pemangku kebijakan terkait manajemen lalu lintas selama proses perbaikan berlangsung. Warga berharap ada kebijakan pembatasan tonase atau pengalihan arus sementara bagi kendaraan berat guna menjaga kualitas hasil pembangunan.
Selain itu, masyarakat Kencong juga menginginkan transparansi dan pengawasan yang lebih ketat agar proyek perbaikan jalan tidak terkesan sekadar tambal sulam. Mereka berharap pemerintah daerah bersama instansi terkait dapat duduk bersama mencari solusi konkret, sehingga perbaikan yang dilakukan benar-benar memberikan dampak jangka panjang bagi keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan.
Hingga kini, isu pembatasan kendaraan berat selama masa perbaikan masih menjadi perbincangan hangat di kalangan warga. Masyarakat berharap suara mereka mendapat perhatian serius demi mencegah kerusakan berulang pada ruas jalan tersebut.(ron).

