JEMBER.SGI. Keterbukaan informasi publik kembali menjadi sorotan. Dugaan sikap tertutup mencuat saat awak media hendak melakukan konfirmasi terkait bantuan revitalisasi SDN Wonorejo 01, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember.
Upaya awak media untuk memperoleh informasi mengenai program tersebut justru terkesan menemui jalan berbelit. Saat dikonfirmasi, operator sekolah maupun sejumlah guru setempat mengaku tidak mengetahui secara jelas mengenai bantuan revitalisasi yang dimaksud.
Kondisi tersebut memunculkan tanda tanya. Pasalnya, informasi mengenai program pembangunan maupun revitalisasi fasilitas pendidikan yang menggunakan anggaran negara semestinya dapat diketahui dan dijelaskan secara transparan, terutama terkait sumber anggaran, nilai bantuan, pelaksanaan pekerjaan, serta pihak yang bertanggung jawab.
Alih-alih mendapatkan penjelasan yang terang, awak media justru mendapati jawaban yang tidak jelas dan saling lempar informasi. Situasi ini menimbulkan kesan seolah-olah informasi mengenai bantuan tersebut sengaja ditutup-tutupi.
Padahal, pers sebagai salah satu pilar kontrol sosial memiliki fungsi penting dalam mengawasi penggunaan anggaran publik. Konfirmasi kepada pihak terkait juga merupakan bagian dari upaya mendapatkan informasi yang berimbang sebelum sebuah berita dipublikasikan.
Jika memang tidak ada persoalan, mengapa informasi mengenai revitalisasi tersebut sulit dikonfirmasi? Pertanyaan sederhana ini kini menjadi perhatian publik.
Masyarakat tentu berhak mengetahui bagaimana program revitalisasi sekolah dilaksanakan, terlebih apabila pembiayaannya bersumber dari uang negara. Transparansi bukanlah ancaman, melainkan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat.
Publik pun berharap pihak terkait, termasuk pengelola SDN Wonorejo 01 dan instansi yang menangani program revitalisasi tersebut, dapat memberikan klarifikasi secara terbuka dan rinci, sehingga tidak muncul spekulasi maupun prasangka di tengah masyarakat.
Jangan sampai program yang seharusnya menjadi kabar baik bagi dunia pendidikan justru menjadi tanda tanya karena minimnya keterbukaan informasi.(r).
