JEMBER,SGI. katapublik.com – Puncak rangkaian Selamatan Desa Petik Laut di Desa Puger Kulon, Kecamatan Puger, Kabupaten Jember, ditutup dengan prosesi Larung Sesaji, Selasa (30/6). Tradisi budaya nelayan itu berlangsung meriah dengan mengarak jolen berisi hasil bumi sebelum dilarung ke perairan Laut Selatan.
Ribuan warga memadati sepanjang rute arak-arakan dari Kantor Desa Puger Kulon menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Puger. Mereka ingin menyaksikan langsung prosesi sakral yang menjadi tradisi turun-temurun masyarakat nelayan.
Puluhan hasil bumi disusun dalam jolen berbentuk replika perahu. Setelah tiba di TPI, jolen dipindahkan ke kapal nelayan untuk kemudian dilarung ke Laut Selatan.
Antusiasme masyarakat juga terlihat di Plawangan Pantai Pancer Puger. Warga berbondong-bondong menuju bibir pantai untuk menyaksikan iring-iringan kapal yang membawa sesaji menuju lokasi pelarungan.
Kepala Desa Puger Kulon, Nurhasan, mengatakan larung sesaji merupakan warisan budaya leluhur yang terus dijaga masyarakat nelayan Puger.
Larung sesaji kami uri-uri untuk mempertahankan budaya lokal sekaligus menghidupkan sektor wisata dan UMKM," ujarnya.
Menurut Nurhasan, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkenalkan destinasi wisata Pantai Pancer Puger kepada masyarakat luas.
Ia menegaskan, selamatan desa dan larung sesaji merupakan wujud rasa syukur kepada Allah SWT atas hasil laut yang diberikan. Melalui tradisi ini, masyarakat berharap nelayan selalu memperoleh keselamatan saat melaut dan rezeki yang melimpah.
Nurhasan menambahkan, pelaksanaan larung sesaji setiap tahun semakin semarak. Hal itu terlihat dari bertambahnya jumlah jolen yang dilarung serta meningkatnya antusiasme masyarakat dan pengunjung.
Sementara itu, Amin, pengunjung asal Desa Paleran, Kecamatan Umbulsari, mengaku sengaja datang untuk menyaksikan prosesi larung sesaji.
"Tradisi tersebut menjadi daya tarik budaya yang layak dipertahankan sekaligus dikembangkan sebagai destinasi wisata Kabupaten Jember." Katanya.(r/h).

