Foto Teks : SPPG Oofi Nusakarya Umbulsari
UMBULSARI.SGI. SPPG Oofi Nusakarya di Desa Gadingrejo, Kecamatan Umbulsari, Jember, mengakui belum memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) standar. Dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu diketahui telah beroperasi sekitar satu bulan.
Pantauan di lokasi menemukan pengolahan limbah masih dilakukan secara manual. Di area belakang dapur terlihat empat cemplung pengolahan limbah dan saluran pipa menuju aliran sungai.
Akuntan SPPG Oofi Nusakarya, M. Hairuddin, membenarkan fasilitas IPAL permanen belum tersedia. Pengelola sementara menggunakan sistem pengolahan limbah manual.
“Sejak beroperasi satu bulan lalu, kami memang belum memiliki IPAL standar,” ujar Hairuddin saat ditemui di lokasi.
Menurut Hairuddin, limbah dapur tetap melewati beberapa tahapan pengolahan sebelum dialirkan keluar area dapur. Pihaknya mengklaim air yang keluar sudah dalam kondisi bersih.
“Air limbah sudah melalui beberapa proses pengolahan manual,” katanya.
Selain itu, pengelola mengaku telah mengantongi sejumlah dokumen operasional. Dokumen tersebut meliputi sertifikat SLHS dan sertifikat penjamah makanan.
Meski demikian, pengelola mengakui sertifikat halal dan fasilitas IPAL permanen masih dalam proses pengurusan. Pihak SPPG mengaku telah memesan perangkat IPAL.
“Kami sudah melakukan pemesanan. Insya Allah dalam waktu seminggu segera dipasang,” imbuh Hairuddin.
Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, setiap kegiatan usaha wajib mengelola limbah sesuai baku mutu lingkungan.
Ketentuan serupa juga diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2021. Aturan itu mewajibkan pelaku usaha mengolah limbah cair sebelum dibuang ke lingkungan.
Namun hingga kini, belum diketahui hasil uji laboratorium terhadap kualitas air limbah dari lokasi dapur tersebut.
Sementara itu, Camat Umbulsari, Prihan Jadid, S.STP, M.Si. selaku Ketua Satgas MBG belum memberikan tanggapan resmi terkait temuan tersebut. Saat didatangi ke kantornya, yang bersangkutan tidak berada di tempat.
Pesan konfirmasi melalui WhatsApp juga belum mendapat balasan hingga berita ini diterbitkan. Namun awak media akan tetap berusaha melakukan konfirmasi lanjutan.(red).

