Jember,SGI. Anggota DPRD Jember dari Komisi B, Achmad Syahri Assiddiqi, SH, menggelar kegiatan reses masa persidangan I tahun 2026 di Aula Balai Desa Jombang pada Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum bagi legislator yang akrab disapa Gus Syahri untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.
Dalam sambutannya, Gus Syahri menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan pendukungnya yang telah memberikan kepercayaan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) lalu. Ia mengaku perolehan suara yang mencapai sekitar 14.000 suara merupakan capaian yang cukup mengejutkan sekaligus menjadi amanah besar yang harus dijaga.
“Saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat dan para pendukung yang telah memberikan kepercayaan kepada saya. Insyaallah amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya,” ujar Gus Syahri di hadapan para peserta reses.
Legislator dari daerah pemilihan (Dapil) 6 tersebut juga menegaskan komitmennya untuk tidak mengecewakan masyarakat yang telah mendukungnya. Ia berjanji akan terus memperjuangkan aspirasi warga, khususnya yang berkaitan dengan bidang yang menjadi ruang lingkup kerja Komisi B DPRD Jember.
Diketahui, Komisi B membidangi sejumlah sektor penting seperti pendidikan, kesehatan, sosial, serta beberapa bidang lainnya. Menurut Gus Syahri, sektor pendidikan dan kesehatan menjadi dua bidang yang memiliki porsi perhatian cukup besar karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.
Dalam kesempatan itu, Gus Syahri juga menyampaikan bahwa Kabupaten Jember saat ini mendapatkan alokasi program revitalisasi terbanyak dari kementerian dibandingkan daerah lain di Indonesia.
Sementara itu, sesi dialog bersama konstituen dimanfaatkan warga untuk menyampaikan berbagai aspirasi. Salah satunya disampaikan oleh Kepala Desa Keting, Marsudi, yang memaparkan kondisi wilayahnya yang masih membutuhkan perhatian, terutama terkait perbaikan infrastruktur dan pembangunan jembatan.
Selain itu, seorang konstituen lainnya, Etika dari Desa Ngampelrejo, mengeluhkan minimnya lampu penerangan jalan di wilayahnya yang dinilai masih kurang memadai dan perlu segera mendapat perhatian pemerintah.
Kegiatan reses berlangsung dengan penuh antusias dari masyarakat yang hadir. Acara kemudian ditutup menjelang waktu berbuka puasa, tepat saat adzan Magrib hampir berkumandang, mengingat kegiatan tersebut berlangsung di bulan suci Ramadan.
Melalui kegiatan reses ini, diharapkan berbagai aspirasi masyarakat dapat ditampung dan diperjuangkan dalam program pembangunan daerah ke depan.(ron).

