Begini Tanggapan Pemdes Purwoasri terkait dugaan Pungli di Tengah Masyarakat

 

Jember.SGI. Menindak lanjuti ramainya warga dan media sosial terkait adanya dugaan biaya tambahan pengukuran PTSL yang dilakukan oleh salah satu oknum itu tidak benar adanya.

Melalui Sujak selaku sekdes desa Purwoasri saat di mintai keterangan terkait hal tersebut menjelaskan, ya mungkin ini ada kesalah pahaman atau miskomunikasi apa yang disampaikan beberapa warga itu tidak benar, namun sebaliknya warga dengan suka rela dan ihklas memberi imbalan pada oknum pembantu pengukur tanah itu pun tidak ada paksaan," jelas Sekdes.

Sebelumnya kami sudah mendengar tentang masalah ini dan sudah memanggil oknum yang diduga melakukan pungli kita tanyai kronologi sebenarnya dilapangan, dari penggakuan Oknum tersebut memang tidak ada target yang mengharuskan membayar uang tambahan pengukuran tanah, warga yang suka rela memberi seiklasnya," ujarnya.

Saya menghimbau pada masyarakat sekiranya keberatan memberi sesuatu kesadaran pada oknum pembantu pengukuran tanah lebih baik jangan memberi kalau nantinya akan menimbulkan keresahan warga, satu lagi apabila merasa resah atas pengukuran dari oknum, warga bisa mengukur sendiri tidak apa apa," pungkasnya.

Sementara itu (P) oknum yang diduga melakukan pungutan saat ditemui awak media menerangkan, sebenarnya waktu itu tidak ada penekanan dan meminta warga harus bayar uang tambahan, warga sendiri dengan ikhlas suka rela memberi untuk membeli minuman dan rokok itu inisiatif warga sendiri," terangnya.

Intinya tidak ada paksaan atau meminta agar warga harus membayar biaya tambahan untuk pengukuran tanah, kami pun tidak berani pak, itu kehendak warga yang memberi dengan ihklas," tambahnya.(r).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال