Semangat Ramadan, Berlomba-lomba dalam Kebaikan di Bulan Penuh Berkah

 

Probolinggo.SGI. Ada berapa rukun Islam? Yang bisa jawab, dapet bingkisan dari Ibu Wali,” tanya pembawa acara Pondok Ramadan 1444 Hijriah, sesaat setelah berdialog dengan istri Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin yang sekaligus Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Kota Probolinggo Aminah Hadi, Senin (3/4/2023), di Pendapa Kecamatan Kedopok.

Ya. Ketua TP PKK Aminah Hadi terlihat berada di tengah-tengah masyarakat wilayah selatan, guna mengikuti giat kedua pesantren kilat bertemakan "Semangat Ramadan 1444 H, Menguatkan Ukhuwah Islamiyah, Ukhuwah Wathaniyah dan Ukhuwah Insaniyah". 

Giat yang dibuka sekira pukul 07.30 WIB tersebut, diisi dengan khotmil Qur'an, sholawat maulid Ad-Diba’I, tausiyah agama, istigasah dan salat Zuhur berjamaaah bersama segenap undangan dari Pokja 1 TP PKK Kecamatan Kedopok, pengurus pengajian muslimatan dan warga setempat.

Ditemui di sela-sela acara, Ketua TP PKK Aminah Hadi mengatakan dengan adanya giat Safari Ramadan ini masyarakat bisa bertambah semangat dalam melaksanakan ibadah dan mencari pahala sebesar-besarnya. Termasuk dengan datang ke majelis-majelis untuk berbagi ilmu bertanya pada ahlinya. Sehingga bertambahlah wawasannya karena bertanya langsung pada orang yang tepat.

Sepanjang acara, tampak Aminah Hadi juga khusyuk menyimak tausiyah yang disampaikan Nyai Uswatun Hasanah, yang memaparkan materi terkait Semangat Ramadan. “Alhamdulillah semoga makin semangat, ibadahnya juga semakin ditambah. Khususnya dengan adanya Safari Ramadan ini kita bisa berbagi ilmu, ya,” ujarnya,

Semangat Ramadan, menurut ustazah dari Kademangan ini adalah upaya diri dalam membina hubungan antara orang-orang Islam sebagai satu persaudaraan. Dimana satu sama lain seakan berada dalam satu ikatan. Selain itu, juga membangun ukhuwah wathaniyah. Yang berarti, menganggap seseorang sebagai saudara sebangsa tanpa memandang agama dan suku. 

Serta ukhuwah insaniyah, persaudaraan sesama umat manusia. Manusia yang mempunyai motivasi dalam menciptakan iklim persaudaraan hakiki, yang berkembang atas dasar rasa kemanusiaan dan bersifat universal serta upaya yang dilakukan dalam rangka menyelenggarakan kepentingan bersama.

“Kata Baginda Nabi Besar Muhammad SAW, barang siapa melaksanakan ibadah puasa di bulan ramadan dengan iman, sabar dan ikhlas maka Allah akan senantiasa mengampuni dosa-dosa yang telah lalu,” katanya.

Dalam ceramahnya, Nyai Uswatun juga menyampaikan bahwa Ramadan adalah bulan istimewa, penuh keutamaan dan berkah. Bulan Ramadan yang juga merupakan bulan kasih sayang atau rahmat, bulan pengampunan atau maghfirah, bulan penuh keberkahan, bulan kemenangan, didalamnya juga ada pembelajaran atau tarbiyah dan setiap ibadah dilipatgandakan.

“Misal, mengaji. Orang yang suka membaca Al-Qur’an (mengaji), kelak di hari kiamat, ia (Al-qur’an) akan datang untuk mendapat syafa’at. Sekali kita berbuat baik di bulan ini, maka dilipatgandakan pahalanya sebanyak seribu kali. Mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan,” tegasnya.

Di akhir tausiyahnya, Nyai Uswatun mengajak hadirin sekalian untuk memperbanyak ibadah dan terus bersemangat menjalankan puasa Ramadan dengan meningkatkan pergaulan yang baik di lingkungan tempat tinggal, berbuat soleh dan memperkuat rasa persaudaraan selama berada di dunia, demi kehidupan akhirat yang kekal. 

“Semoga puasa kita semua disampaikan pada akhir Ramadan dan menjadi puasa yang Imanan was hisaban. Sehingga kita berhak atas pahala surganya Allah SWT,” tandasnya. (har).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال