Antisipasi KLB penyakit menular, ini pesan Wali Kota Probolinggo

 

Probolinggo.SGI. Sebagai upaya untuk membangun sistem kewaspadaan dini terhadap penyakit yang mengancam masyarakat, Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) menggelar Sosialisasi Pencegahan Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit menular pada Jumat (10/2) pagi.

Kegiatan yang dibuka oleh Wali Kota Habib Hadi Zainal Abidin itu diikuti oleh perwakilan tokoh masyarakat (tomas) serta tenaga kesehatan (nakes) di wilayah Kota Probolinggo.

Disampaikan oleh Plt. Kepala Dinkes P2KB dr. NH Hidayati, secara geografis Indonesia memiliki potensi terhadap penularan berbagai penyakit KLB. Mulai dari penyakit malaria, DBD, leptospirosis, diare, difteri, campak, pertusis hingga Covid-19. Sehingga melalui sosialisasi ini, Kadinkes mengajak peran serta masyarakat untuk mendukung program pemerintah dalam penanganan KLB.

“Berbagai kebijakan penanganan KLB di daerah harus tetap memperhatikan kebijakan pemerintah pusat dan membutuhkan peran serta dari semua pihak termasuk pemerintah daerah, pihak swasta maupun seluruh elemen masyarakat.

Upaya-upaya tersebut memerlukan sosialisasi, komunikasi, informasi dan edukasi secara terus menerus dan harus dilakukan monitoring evaluasi agar mencapai tujuan,” terang Kadinkes di ruang pertemuan Bale Hinggil.

KLB sendiri diartikan sebagai timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan/kematian yang bermakna secara epidemiologis pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah.

Hadir sekaligus sebagai narasumber, Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin menegaskan kembali akan pentingnya agenda sosialisasi ini. Dirinya mengatakan, jika ada wabah, maka masyarakat bisa lebih siap dalam mengantisipasinya.

Apabila kita menghadapi persoalan wabah, virus atau apapun, kita sudah seiring dan seirama menghadapi bersama sehingga tidak berlarut-larut lagi kita menghadapi persoalan-persoalan bagaimana cara mengantisipasi penyakit itu,” tegas wali kota. 

Pada kesempatan tersebut wali kota juga juga menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada seluruh tomas dan nakes yang telah berdedikasi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Probolinggo.

“Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas dedikasi Bapak/Ibu dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di wilayah Kota Probolinggo, karena saya yakin anda semua punya komitmen, punya semangat untuk menjadikan suatu harapan dari pemerintah untuk mengedukasi lingkungan tempat anda melakukan aktivitas,” ucap Habib Hadi.

Salah seorang peserta sosialisasi dari Ketua RW 4 Kelurahan Kademangan, Ratnawati mengaku siap untuk menyampaikan hasil sosialisasi ini ke seluruh warga di bawah RW nya.

“Saya siap menyampaikan ke masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan, supaya terhindar dari penyakit yang sangat menular ini, khususnya untuk demam berdarah, soalnya sekarang sudah musim hujan, biasanya RT, RW sama para kader keliling ke masyarakat bersama untuk membersihkan semuanya,” terang Ratnawati.

Berikutnya, materi sosialisasi KLB penyakit menular disampaikan oleh narasumber dari Dinkes P2KB dan IDI Kota Probolinggo (har/SGI).

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

نموذج الاتصال